15 December 2016

Top 10 Hal Positif dan Negatif Memasukkan Anak ke Pesantren



Top 10 Hal Positif dan Negatif Memasukkan Anak ke Pesantren - Bagi Anda para orang tua yang ingin memasukkan anaknya kedalam pesantren mungkin dapat membaca artikel ini yang berisi top 10 hal positif dan negatif memasukan anak ke pesantren, semoga memberi Anda wawasan dan memberikan pilihan yang tepat bagi anak Anda, selamat membaca.

Efek positif memasukkan anak ke pesantren

10. Anak-anak Menjadi Independen

Anak-anak Menjadi Independen

Di dalam pondok pesantren, anak-anak bertanggung jawab atas barang-barang mereka sendiri. Pondok pesantren tidak memanjakan anak-anak dengan cara apapun. Oleh karena itu, anak-anak cenderung menjadi lebih bertanggung jawab dan juga independen. Mereka tidak bergantung pada siapa pun untuk apa pun.

9. Anak-anak Menjadi Disiplin
Anak-anak Menjadi Disiplin

Anak-anak yang tinggal di pondok pesantren menjadi lebih disiplin dan terorganisir. Pesantren membantu untuk membuat anak-anak disiplin karena mereka harus tetap berpegang pada jadwal, aturan ketat dan peraturan sekolah. Akibatnya, mereka menjadi tepat waktu dan mengikuti disiplin.

8. Anak-anak Mendapatkan Lebih Banyak Waktu dan Kegiatan
Anak-anak Mendapatkan Lebih Banyak Waktu dan Kegiatan

Sebuah pesantren tidak hanya membantu anak-anak dengan belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk berbagai jenis kegiatan rekreasi. Mereka mendapatkan cukup waktu untuk kegiatan lain sebagai pengganti dari waktu yang dibutuhkan untuk bolak-balik antara sekolah dan rumah yang dapat disimpan. Hal ini membantu untuk mengembangkan kebiasaan baik di dalamnya.

7. Anak Menjadi Self-Reliant
Anak Menjadi Self-Reliant

Anak-anak tidak memiliki lingkungan yang protektif di sekolah asrama yang mereka selalu memiliki ketika tinggal dengan orang tua mereka. Hal ini membuat mereka lebih berani dan percaya diri. Mereka mampu menghadapi situasi yang tidak diinginkan tanpa rasa takut dan melindungi diri dengan mudah.

6. Anak Mengembangkan Kebiasaan Baik
Anak Mengembangkan Kebiasaan Baik

Anak-anak yang tinggal di sebuah pesantren mengembangkan berbagai kebiasaan baik seperti pergi tidur lebih awal, bangun pagi-pagi, menyikat gigi sebelum tidur, menjaga diri rapi dan bersih, mengurus barang-barang mereka sendiri, dan lain-lain. Semua kebiasaan baik ini membantu mereka untuk hidup lebih baik.

Efek negatif memasukkan anak ke pesantren

5. Penyesuaian
Penyesuaian

Banyak anak merasa sulit untuk menangani suasana pondok pesantren. Hubungan mereka dengan orang tua mereka juga sama-sama terpengaruh. Hal ini juga mengurangi ikatan antara orang tua dan anak-anak mereka. Anak-anak merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan orang tua mereka karena mereka menjadi lebih mandiri dan tidak perlu siapa pun untuk mengurus diri sendiri.

4. Stres
Stres

Pesantren mungkin tidak memberikan perasaan santai yang sama seperti yang Anda miliki di rumah Anda. Hal ini dapat membuat anak lebih stres karena mereka tidak akan dimanjakan untuk apa pun. Ada juga adanya dukungan emosional di pesantren. Anak-anak didorong untuk menjadi tangguh dan kuat dengan sendirinya.

3. Mempengaruhi Self-Esteem
Mempengaruhi Self-Esteem

Pesantren umumnya memvalidasi anak atas dasar kinerja mereka di pondok pesantren. Hal ini dapat mempengaruhi harga diri dari orang-orang yang tidak berkinerja baik. Anak-anak seperti sering mulai merasa rendah dan juga kehilangan kepercayaan diri mereka dengan mudah.

2. Merasa Kesepian
Merasa Kesepian

Anak-anak yang tinggal di sebuah pesantren awalnya menjadi rindu dan mulai merasa kesepian. Mereka merasa kehilangan keluarga mereka. Mereka merasa seperti anak yang tidak diinginkan. Hal ini mempengaruhi masa depan mereka karena mereka tidak mampu untuk mengembangkan hubungan yang sehat di masa dewasa mereka.

1. Bullying
Bullying

Banyak anak-anak sering harus melalui intimidasi selama tinggal di sebuah pesantren. Senior siswa atau guru dapat melecehkan dan menyalahgunakan siswa dengan cara yang berbeda. Orang tua tidak dapat mengambil tindakan apapun karena anak-anak yang menderita pelecehan tersebut tidak mengungkapkannya kepada orang tua mereka. Hal ini juga dapat mempengaruhi stabilitas mental anak anak.

Artikel Menarik Lainnya :