09 September 2017

Top 10 Novel Fiksi Terbaik Di Indonesia 2017


Novel Fiksi Terbaik Di Indonesia - Sebagaimana informasi mengenai film, masyarakat Indonesia pun ternyata memiliki antusiasme yang tinggi terhadap dunia novel. Bahkan beberapa novel yang telah menjadi best seller dan mencetak hits penjualan tertinggi, telah berhasil menorehkan prestasi lebih gemilang lagi ketika berhasil difilmkan secara apik oleh para sineas professional di Indonesia. Mau tahu tentang top 10 novel fiksi terbaik di Indonesia? Artikel kali ini Rangking10.com akan memberikan daftarnya kepada Anda.

Inilah top 10 novel fiksi terbaik di Indonesia

10. “Pulang”, karya Leila S. Chudori
“Pulang”, karya Leila S. Chudori

Novel fiksi ini mengambil tema tentang kejadian mengenaskan yang terjadi tahun 1965, yakni peristiwa bersejarah G30SPKI. Serta mengambil tema tentang fenomena runtuhnya Orde Baru di tahun 1998. Walaupun temanya seputar 2 kejadian tersebut, namun isi novel ini mengajarkan para pembacanya tentang bagaimana cara mengambil pilihan dalam hidup sebagaimana yang dilakukan oleh sang tokoh utama yaitu bernama Dimas Suryo. Dan tidak lupa pembaca diajak juga oleh penulis untuk mengetahui sejarah Indonesialebih dalam lagi.

9. “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”, karya Hamka
“Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”, karya Hamka

Novel fiksi terbaiik di Indonesia ini menceritakan seorang tokoh utama bernama Zainuddin yang mencintai seorang wanita bernama Hayati, dan berkisah juga tentang bagaimana Zainuddin dalam memperjuangkan cintanya. Novel ini diakhiri dengan Kasih Tak Sampai diantara keduanya, dimana Zainuddin baru tahu kalau disaat-saat terakhir Hayati juga mencintainya, setelah kepergiannya ke kampung halamannya menggunakan kapal Van Der Wijk dan akhirnya meninggal karena kapal yang ditumpanginya tenggelam dalam perjalanan.

8. “Rumah Kaca”, karya Pramoedya Ananta Toer
“Rumah Kaca”, karya Pramoedya Ananta Toer

Novel tetralogi yang merupakan kelanjutan dari novel sebelumnya berjudul “Jejak Langkah”, memberikan cerita yang jauh dari sangkaan, jika Anda pernah membaca judul sebelumnya. Yang pasti, novel ini layak untuk dijadikan pilihan untuk pembaca yang selalu menantikan kejutan di setiap cerita yang dibacanya.

7. “Burung-Burung Manyar”, karya YB Mangunwijaya
“Burung-Burung Manyar”, karya YB Mangunwijaya

Novel fiksi terbaik ini mencoba menceritakan tentang sejarah Revolusi di Indonesia dengan kemasan yang memasukkan beberapa anekdot dan diceritakan secara mengalir, sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan mudah. Tokoh utama dalam novel ini adalah Larasati dan Teto atau Satadewa.

6. “Jejak Langkah”, karya Pramoedya Ananta Toer
“Jejak Langkah”, karya Pramoedya Ananta Toer

Termasuk dalam tetralogy Buru, novel ini berkisah tentang gelombang sejarah Indonesia yang diceritakan dengan sisi lain yang jauh berbeda. Sebagian kisah dalam novel ini mengisahkan Minke dalam menyampaikan seruannya tentang 3 hal penting dalam perjuangannya.

5. “Saman”, karya Ayu Utami
“Saman”, karya Ayu Utami

Novel fiksi ini lebih mengarah kepada pembahasan tentang sek*ualitas secara vulgar dari para tokohnya. Hal ini didapat dalam adegan ketika Yasmin dan Saman sedang berselingkuh, serta ketika tokoh Sihar dan Laila yang sedang berada di hotel saat itu.

4. “Ronggeng Dukuh Paruk”, karya Ahmad Tohari
“Ronggeng Dukuh Paruk”, karya Ahmad Tohari

Novel fiksi terbaik di Indonesia ini bercerita tentang keputusasaan warga Dukuh Paruk yang menemukan titik terang ketika tokoh cilik bernama Srintil tampak menunjukkan bakatnya yang terpendam untuk menjadi penerus Ronggeng di dusun tersebut.

3. “Anak Semua Bangsa”, karya Pramoedya Ananta Toer
“Anak Semua Bangsa”, karya Pramoedya Ananta Toer

Novel yang termasuk dalam tetralogi Buru ini menceritakan tentang penderitaan masyarakat Jawa yang berada dibawah kekuasaan kolonial Belanda yang sangat haus kekuasaan serta licik. Kisah ini diceritakan dari sudut pandang tokoh utamanya, Minke.

2. “Laskar Pelangi”, karya Andrea Hirata
“Laskar Pelangi”, karya Andrea Hirata

Novel yang bercerita tentang kegigihan para pendidik dan siswa di tanah Belitung ini mendapatkan aspirasi yang sangat positif dari para pembaca dan pemirsanya. Dan setidaknya, dapat membangkitkan semangat untuk kembali berjuang dalam mewujudkan impian dan cita-cita, terutama dalam dunia pendidikan.

1 “Bumi Manusia”, karya Pramoedya Ananta Toer
“Bumi Manusia”, karya Pramoedya Ananta Toer

Novel fiksi terbaik di Indonesia ini masih bercerita tentang kisah perjuangan untuk memperjuangkan terciptanya Indonesia modern. Dibalut dengan kisah persaingan, roman, percintaan, dan kegamangan jiwa, menjadikan novel ini sangat enak untuk dinikmati dan layak untk dijadikan koleksi novel fiksi di lemari buku Anda semua.

Itulah top 10 novel fiksi terbaik di Indonesia yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi dalam memilih bahan bacaan terbaik untuk Anda dan keluarga.

Artikel Top 10 Novel Fiksi Terbaik Di Indonesia 2017 ini bermanfaat? Silahkan share agar teman-teman Anda juga tahu.

Artikel Menarik Lainnya :